Home
SIFAT UMROH PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Penerjemah Dadi Ahmad Rifai   
Selasa, 19 Mei 2009 02:28
SIFAT UMROH
KARYA YANG MULIA SYEKH
ABDUL AZIZ BIN ABDULLAH BIN BAAZ ROHIMAHULLAH

Segala puji bagi Allah Tuhan Yang Maha Esa, inilah ringkasan tentang amalan-amalan ibadah umroh, kepada para pembaca inilah penjelasannya:
1-Bilamana orang yang hendak melaksanakan umroh telah sampai ke miqot, disunnahkan kepadanya mandi dan bersuci, begitu juga wanita walaupun ia lagi haid dan nifas asalkan ia tidak melakukan thawaf di al-bait atau ka'bah hingga ia suci dan mandi. Hendaknya laki-laki memakai wangi-wangian di badannya dan bukan pada baju ihramnya. Bilamana tidak memungkinkan mandi di miqot maka tidak jadi apa-apa dan disunnahkan mandi ketika sampai di Makkah sebelum melakukan thawaf itupun bilamana mudah.
2-Laki-laki mencopot semua pakaian yang berjahit, kemudian memakai -kain ihram- berupa sarung dan selendang, keduanya disunnahkan putih dan bersih. Adapun wanita hendaknya melakukan ihram dengan memakai pakaian yang biasa dipakai yang tidak terdapat di dalamnya hiasan juga yang dapat mengundang perhatian.
3-Kemudian niat masuk melaksanakan ibadah umrah dalam hatinya sambil di ucapkan dengan lisannya dengan mengatakan:  "Labbaika umrotan" atau"Allahumma labbika umrotan""Ku sambut panggilan-Mu untuk melaksanakan umrah atau Ya Allah aku sambut panggilan-Mu untuk melaksanakan umrah". Bilamana orang yang melaksanakan ihram khawatir tidak bisa menunaikan umrohnya karena sakit atau takut dari (ancaman) musuh dan sebagainya maka di syari'atkan kepadanya untuk mensyaratkan ketika berihram dengan mengatakan: "Fain habasani haabisun famahhli haisu habastani" "Bilamana ada suatu halangan menghalangiku, maka tempat tahallulku adalah di tempat aku tertahan".Sebagaimana hadits yang diriwayatkan Dhuba'ah binti Az Zubair radiyallahu anha, setelah itu membaca Talbiyah dengan talbiyah yang di contohkan Nabi r yaitu:
لبيك اللهم لبيك, لبيك لا شريك لك لبيك, إن الحمد والنعمة لك والملك لا شريك لك
"Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syarika laka labailk, innal hamda wanni'ma laka wal mulku la syariika laka" "Ku sambut panggilan-Mu ya Allah, ku sambut panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, ku sambut panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan adalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu". Hendaknya memperbanyak bacaan talbiyah ini, berdzikir dan berdo'a kepada Allah I hingga sampai ke al Bait atau Ka'bah.
4-Bilamana telah sampai di al Bait, hentikan talbiyah kemudian menuju hajar Aswad setelah itu menghadapnya lalu mengusap dan menciumnya, hal itu dilakukan bila mudah dan tidak menyakiti manusia dengan berdesak-desakkan. Ketika memegangnya hendaklah ia mengatakan:"Bismillahi wallahu akbar" "Dengan menyebut nama Allah dan Allah Maha Besar". Bilamana menciumnya susah hendaklah memegangnya dengan tangan, tongkat atau sebangsanya kemudian menciumnya bilamana memegang juga susah hendaklah ia melakukan isyarat kepadanya sambil mengucapkan "Allahu Akbar" dan tidak mencium sesuatu yang dipakai isyarat kepadanya. Untuk sahnya thowaf, maka disyaratkan kepada orang yang melakukannya bersuci dari hadats kecil dan besar, sebab thawaf seperti sholat, akan tetapi diperbolehkan didalamnya berkata-kata.
5-Menjadikan al-Bait berada di sebelah kirinya kemudian melakukan thawaf sebanyak tujuh putaran. Bilamana sampai ke rukun Yamani, usaplah dengan tangan kanannya, bila hal itu mudah dilakukan seraya mengucapkan: "Bismillahi wallahu akbar" "Dengan menyebut nama Allah dan Allah Maha Besar".dan tidak usah menciumnya, bilamana susah untuk mengusapnya, tinggalkanlah dan teruskan thawaf, jangan pula melakukan isyarat dan takbir ketika melewatinya sebab hal itu tidak di contohkan Nabi r. Adapun bila berpapasan dengan hajar Aswad, maka setiap sampai kepadanya usap dan ciumlah sebagaimana kami utarakan pada bagian yang lalu, bilamana tidak –mengusap atau menciumnya- maka isyaratlah dan bertakbir kepadanya. Disunnahkan lari-lari kecil yaitu -berjalan cepat dengan mempercepat langkah di tiga putaran pertama dalam thawaf qudum dan ini dilakukan khusus bagi laki-laki saja, sebagaimana disunnahkan pula bagi lak-laki untuk melakukan Idztiba' dalam thawaf qudum di semua putaran. Idztiba' adalah menjadikan tengah kain ihramnya di bawah ketiak sebelah kanannya dan meletakkan kedua bagian ujung kain ihram tersebut diatas pundak kirinya. Disunnahkan memperbanyak dzikir dan do'a yang mudah di semua putaran, tidak ada do'a dan dzikir yang khusus dalam thawaf akan tetapi berdo'a dan berdzikirlah kepada Allah dengan apa yang terdapat dalam dzikir-dzikir dan do'a-do'a, hendaklah diantara dua rukun membaca do'a: "Robbana atina fiddunya hasanah wafil akhiroti hasanah waqina adzabannar""Wahai Tuhan kami! Berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jauhkanlah kami dari siksaan api neraka".Do'a ini dibaca disemua putaran karena terdapat contoh dari Nabi r. Hendaknya putaran ketujuh diakhiri dengan mengusap hajar Aswad, bahkan kalau mudah bisa menciumnya, atau isyarat dan bertakbir kepadanya sesuai dengan rincian penjelasan yang disebutkan diatas. Setelah selesai thawaf, hendaknya ia memakaikan selendangnya kemudian menjadikannya diatas pundak dan kedua ujungnya di dadanya.
6-Kemudian sholat dua raka'at dibelakang maqom bilamana mudah dilakukan, bila tidak memungkinkan, hendaknya melaksanakan sholat dua raka'at di mana saja dalam masjid itu. Dibacakan dikeduanya setelah membaca surat al Fatihah, surat "Qulya ayyuhal kafirun" di raka'at pertama dan "Qulhuwallahu ahad"di raka'at kedua, inilah yang lebih utama, kalaupun membaca selain keduanya tidak jadi apa-apa. Setelah melakukan salam dari duanya hendaklah ia menuju ke hajar Aswad lalu mengusapnya dengan tangan kanan bilamana mudah.
7-Kemudian menuju ke bukit Shafa lalu naikinya atau berdiri di sampingnya, bilamana mudah naik lebih utama sambil membaca firman Allah I:
إن الصفاء والمروة من شعائر الله
"Innassafa wal marwata min sya'airillah"
" Sesungguhnya Shafa dan Marwah itu adalah sebahagian syi'ar-syi'ar Allah". Disunnahkan menghadap kiblat kemudian memuji dan meng-agungkan Allah dengan membaca:
لا إله إلا الله والله أكبر, لا إله إلا الله وحده لا شريك له, له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير, لا إله إلا الله وحده, أنجز وعده, ونصر عبده وهزم الأحزاب وحده.
"Laailaha illallah wallahu akbar, laailaha illallah wahdahula syarikalah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ala kulli syain qodir, laailaha illallahu wahdah, anjaza wahdah, wa nasoro abdah wa hazamal ahzaba wahdah" "Tiada Tuhan yang berhak di sembah selain Allah, Allah Maha Besar, Tiada tuhan yang berhak di sembah selain Allah Tuhan Yang Maha Esa tiada sekutu bagi-Nya, Bagi-Nya kerajaan dan pujian, Dia-lah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, Tiada Tuhan yang berhak di sembah selain Allah Tuhan Yang Maha Esa, Yang melaksanakan janji-Nya, membela hamba-Nya, dan mengalahkan golongan musuh sendirian".
Kemudian berdo'a dengan do'a yang mudah sambil mengangkat kedua tangannya dan mengulang-ulang dzikir dan do'a ini sebanyak tiga kali, lalu turun dan berjalan menuju Marwah sampai pada tanda pertama, hendaknya laki-laki mempercepat jalannya hingga sampai pada tanda kedua, adapun perempuan tidak disyari'atkan mempercepat jalannya karena ia aurat, kemudian berjalan naik ke bukit Marwah atau tinggal di sampingnya dan naik lebih utama bilamana mudah, ketika hendak ke Marwah lakukan sebagaimana yang dikatakan dan dilakukan di Shafa, kemudian turun dan berjalan di tempat jalannya dan berjalan cepat pada tempatnya hingga sampai ke bukit Shafa. Hal itu dilakukan sebanyak tujuh kali, perginya di hitung satu kali dan pulangnya dihitung satu kali pula. Ketika Sa'i tidak mengapa menaiki kendaraan terutama ketika di butuhkan. Ketika Sa'i disunnahkan memperbanyak dzikir dan do'a yang mudah, bersih dari hadats besar dan kecil, bila ia sa'i tanpa bersuci maka hal tersebut cukup (tidak jadi apa-apa).
8-Bilamana mengerjakan sa'i telah selesai, hendaknya laki-laki menggundul atau memendekkan rambut kepalanya dan menggundul lebih utama, bila kedatangannya di Makkah berdekatan dengan waktu ibadah haji, maka memendekkan lebih utama baginya agar mencukur habis sisa rambut kepalanya dalam ibadah haji. Adapun perempuan hendaknya ia mengumpulkan rambutnya lalu memotongnya seukuran ujung jari-jari atau kurang darinya. Bila orang yang ihram telah mengerjakan apa yang disebutkan tadi, maka telah sempurnalah umrohnya, segala puji bagi Allah serta halal-lah apa-apa yang di haramkan kepadanya ketika sedang ihram.
Semoga Allah memberika taufiq kepada kita juga kepada saudara-saudara kita kaum muslimin agar mencari tahu tentang urusan agamanya dan konsisten diatasnya, semoga Allah menerima amal kita semua, karena Dia-lah I Dzat yang Maha Pemurah lagi Maha Mulia. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada hamba dan Rasul-Nya, Nabi Muhammad r kepada keluarga, shahabat juga kepada para orang-orang yang senantiasa mengikutinya dengan baik sampai hari kiamat.
 
Mufti umum kerajaan Saudi Arabia
Ketua lembaga ulama-ulama besar, riset ilmiyah dan fatwa
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz